Eksponen (pangkat)
EKSPONEN atau perpangkatan adalah dalah perkalian yang diulang-ulang. Orang menulis eksponen dengan indeks di atas, yang akan terlihat sebagai berikut:
. Terkadang hal itu tak mungkin. Kemudian orang menulis eksponen menggunakan tanda ^: 2^3 berarti
.
Latar belakang dan terminologi
Sifat-sifat Ekponen
. Terkadang hal itu tak mungkin. Kemudian orang menulis eksponen menggunakan tanda ^: 2^3 berarti
.Latar belakang dan terminologi
Ekspresi b2 = b·b disebut square dari b karena area suatu bujursangkar dengan panjang sisi b adalah b2. Diucapkan "b kuadrat" atau "b pangkat dua" (bahasa Inggris: b squared).
Ekspresi b3 = b·b·b disebut cube dari b karena volume suatu kubus dengan panjang sisi b adalah b3. Diucapkan "b pangkat tiga" (bahasa Inggris: b cubed).
Eksponen menyatakan berapa banyak salinan dari basis yang dilipatgandakan atau dikalikan bersama-sama.
Misalnya, 35 = 3·3·3·3·3 = 243. Basis 3 muncul 5 kali dalam perkalian berulang, karena eksponennya adalah 5. Di sini, 3 adalah basis, 5 adalah eksponen, dan 243 adalah(hasil) pangkat atau, lebih spesifik, pangkat lima dari 3, 3 dipangkatkan lima atau 3 pangkat lima (bahasa Inggris: 3 to the power of 5).
Kata "dipangkatkan" biasanya disingkat hanya menjadi "pangkat", sehingga 35 biasanya diucapkan "tiga pangkat lima" (bahasa Inggris: three to the fifth atau three to the five). Eksponensiasi bn dapat dibaca b dipangkatkan n kali, atau b dipangkatkan n, atau b dipangkatkan dengan eksponen n, atau singkatnya b pangkat n (bahasa Inggris: b to the n).
Eksponensiasi dapat digeneralisasi dari eksponen integer ke jenis-jenis umum bilangan lainnya.
Kata "eksponen" (exponent) diperkenalkan pada tahun 1544 oleh Michael Stifel.
Notasi eksponensiasi modern diperkenalkan oleh René Descartes dalam karyanya Géométrie pada tahun 1637.
Eksponen integer
Bilangan
disebut bilangan pokok, dan bilangan
disebut eksponen. Sebagai contoh, pada
, 2 adalah bilangan pokok dan 3 eksponen.
disebut bilangan pokok, dan bilangan
disebut eksponen. Sebagai contoh, pada
, 2 adalah bilangan pokok dan 3 eksponen.
Untuk menghitung
seseorang harus mengalikan 3 kali terhadap angka 2. Sehingga
. Hasilnya adalah
. Apa yang dikatakan persamaan bisa juga dikatakan dengan cara ini: 2 pangkat 3 sama dengan 8.
seseorang harus mengalikan 3 kali terhadap angka 2. Sehingga
. Hasilnya adalah
. Apa yang dikatakan persamaan bisa juga dikatakan dengan cara ini: 2 pangkat 3 sama dengan 8.
Contoh:


untuk setiap bilangan x
Jika eksponen sama dengan 2, maka disebut persegi karena area persegi dihitung menggunakan
. Sehingga
. Sehingga
adalah persegi dari 
Jika eksponen sama dengan 3, maka disebut kubik karena volume kubus dihitung dengan
. Sehingga
. Sehingga
adalah kubik 
Jika eksponen sama dengan -1 orang harus menghitung invers bilangan pokok. Sehingga:
Jika eksponen adalah integral dan kurang dari 0, orang harus membalik bilangan dan menghitung pangkat. Sebagai contoh:
Jika eksponen adalah integral dan kurang dari 0, orang harus membalik bilangan dan menghitung pangkat. Sebagai contoh:
Jika eksponen sama dengan
hasilnya adalah akar persegi bilangan pokok. Sehingga
Contoh:
hasilnya adalah akar persegi bilangan pokok. Sehingga
Contoh:
Dengan cara yang sama, jika eksponen
hasilnya adalah akar ke-n, sehingga:
hasilnya adalah akar ke-n, sehingga:
Jika eksponen merupakan bilangan rasional
, hasilnya adalah akar ke-q bilangan pokok yang dipangkatkan p, sehingga:
, hasilnya adalah akar ke-q bilangan pokok yang dipangkatkan p, sehingga:
Eksponen bisa juga tak rasional. Untuk menjadikan bilangan pokok a menjadi pangkat ke-x yang tak rasional, kita menggunakan rangkaian ke tidak terhinggaan bilangan rasional(xi), yang limitnya adalah x:
seperti ini:

Ada beberapa aturan yang membantu menghitung pangkat:






: Bila bilangan pokok lebih besar daripada 1 dan eksponen 0, jawabannya 1. Jika bilangan pokok dan pangkat sama dengan 0, jawabannya tak terdefinisikan.
Ekponen matriks bisa pula dihitung. Matriks itu harus persegi. Sebagai contoh:
.
.
Ekponen bilangan bulat
| n | n2 | n3 | n4 | n5 | n6 | n7 | n8 | n9 | n10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2 | 4 | 8 | 16 | 32 | 64 | 128 | 256 | 512 | 1,024 |
| 3 | 9 | 27 | 81 | 243 | 729 | 2,187 | 6,561 | 19,683 | 59,049 |
| 4 | 16 | 64 | 256 | 1,024 | 4,096 | 16,384 | 65,536 | 262,144 | 1,048,576 |
| 5 | 25 | 125 | 625 | 3,125 | 15,625 | 78,125 | 390,625 | 1,953,125 | 9,765,625 |
| 6 | 36 | 216 | 1,296 | 7,776 | 46,656 | 279,936 | 1,679,616 | 10,077,696 | 60,466,176 |
| 7 | 49 | 343 | 2,401 | 16,807 | 117,649 | 823,543 | 5,764,801 | 40,353,607 | 282,475,249 |
| 8 | 64 | 512 | 4,096 | 32,768 | 262,144 | 2,097,152 | 16,777,216 | 134,217,728 | 1,073,741,824 |
| 9 | 81 | 729 | 6,561 | 59,049 | 531,441 | 4,782,969 | 43,046,721 | 387,420,489 | 3,486,784,401 |
| 10 | 100 | 1,000 | 10,000 | 100,000 | 1,000,000 | 10,000,000 | 100,000,000 | 1,000,000,000 | 10,000,000,000 |
1)
Ap
x Aq = Ap+q
Contoh:
27+24 = 27+4
= 211
=2048
2)
Aa =Aa-b
Ab
Contoh:
28
=28-4 =24 = 16
24
3)
(aa) b
= ap x q
Contoh:
(24) X 2 = 24 x 2
=26
4)
(a x b)p
=ap x bp
Contoh:
(2 x 3)4 = 24 X 34
= 16 x 81
= 1.296
5)
A0
= 1
Contoh:
40=1
50=1
18570=1
6)
A-p=
-/+ax
X= jika di kali dengan angka genap maka hasilnya positif
/a, jika di kali dengan angka ganjil maka hasilnya negatif
Contoh:
5-6=15.625
3-3= -81
4-2=16
8-3= -512


![a^{\frac{1}{n}}=\sqrt[n]{a}](https://upload.wikimedia.org/math/c/d/e/cde604330dc8b9bb773376cb1fbf2098.png)
![a^{\frac{p}{q}}=\sqrt[q]{a^p}](https://upload.wikimedia.org/math/d/1/6/d16207859e88dd632865a3019610698c.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar