Selasa, 19 April 2016

Eksponen (pangkat)

EKSPONEN atau perpangkatan adalah dalah perkalian yang diulang-ulang. Orang menulis eksponen dengan indeks di atas, yang akan terlihat sebagai berikut: x^y. Terkadang hal itu tak mungkin. Kemudian orang menulis eksponen menggunakan tanda ^: 2^3 berarti 2^3.

Latar belakang dan terminologi
Ekspresi b2 = b·b disebut square dari b karena area suatu bujursangkar dengan panjang sisi b adalah b2. Diucapkan "b kuadrat" atau "b pangkat dua" (bahasa Inggris: b squared).
Ekspresi b3 = b·b·b disebut cube dari b karena volume suatu kubus dengan panjang sisi b adalah b3. Diucapkan "b pangkat tiga" (bahasa Inggris: b cubed).
Eksponen menyatakan berapa banyak salinan dari basis yang dilipatgandakan atau dikalikan bersama-sama.
Misalnya, 35 = 3·3·3·3·3 = 243. Basis 3 muncul 5 kali dalam perkalian berulang, karena eksponennya adalah 5. Di sini, 3 adalah basis, 5 adalah eksponen, dan 243 adalah(hasil) pangkat atau, lebih spesifik, pangkat lima dari 3, 3 dipangkatkan lima atau 3 pangkat lima (bahasa Inggris: 3 to the power of 5).
Kata "dipangkatkan" biasanya disingkat hanya menjadi "pangkat", sehingga 35 biasanya diucapkan "tiga pangkat lima" (bahasa Inggris: three to the fifth atau three to the five). Eksponensiasi bn dapat dibaca b dipangkatkan n kali, atau b dipangkatkan n, atau b dipangkatkan dengan eksponen n, atau singkatnya b pangkat n (bahasa Inggris: b to the n).
Eksponensiasi dapat digeneralisasi dari eksponen integer ke jenis-jenis umum bilangan lainnya.
Kata "eksponen" (exponent) diperkenalkan pada tahun 1544 oleh Michael Stifel.
Notasi eksponensiasi modern diperkenalkan oleh René Descartes dalam karyanya Géométrie pada tahun 1637.

Eksponen integer
Bilangan x disebut bilangan pokok, dan bilangan y disebut eksponen. Sebagai contoh, pada 2^3, 2 adalah bilangan pokok dan 3 eksponen.
Untuk menghitung 2^3 seseorang harus mengalikan 3 kali terhadap angka 2. Sehingga 2^3=2 \cdot 2 \cdot 2. Hasilnya adalah 2 \cdot 2 \cdot 2=8. Apa yang dikatakan persamaan bisa juga dikatakan dengan cara ini: 2 pangkat 3 sama dengan 8.
Contoh:
  • 5^3=5\cdot{} 5\cdot{} 5=125
  • x^2=x\cdot{} x
  • 1^x = 1 untuk setiap bilangan x
Jika eksponen sama dengan 2, maka disebut persegi karena area persegi dihitung menggunakan a^2. Sehingga
x^2 adalah persegi dari x
Jika eksponen sama dengan 3, maka disebut kubik karena volume kubus dihitung dengan a^3. Sehingga
x^3 adalah kubik x
Jika eksponen sama dengan -1 orang harus menghitung invers bilangan pokok. Sehingga:x^{-1}=\frac{1}{x} Jika eksponen adalah integral dan kurang dari 0, orang harus membalik bilangan dan menghitung pangkat. Sebagai contoh:
2^{-3}=(\frac{1}{2})^3=\frac{1}{8}
Jika eksponen sama dengan \frac{1}{2} hasilnya adalah akar persegi bilangan pokok. Sehingga x^{\frac{1}{2}}=\sqrt{x}. Contoh:
4^{\frac{1}{2}}=\sqrt{4}=2
Dengan cara yang sama, jika eksponen \frac{1}{n} hasilnya adalah akar ke-n, sehingga:
a^{\frac{1}{n}}=\sqrt[n]{a}
Jika eksponen merupakan bilangan rasional \frac{p}{q}, hasilnya adalah akar ke-q bilangan pokok yang dipangkatkan p, sehingga:
a^{\frac{p}{q}}=\sqrt[q]{a^p}
Eksponen bisa juga tak rasional. Untuk menjadikan bilangan pokok a menjadi pangkat ke-x yang tak rasional, kita menggunakan rangkaian ke tidak terhinggaan bilangan rasional(xi), yang limitnya adalah x:
x=\lim_{n\to\infty}x_n
seperti ini:a^x=\lim_{n\to\infty}a^{x_n}
Ada beberapa aturan yang membantu menghitung pangkat:
  • \left(a\cdot b\right)^n = a^n\cdot{}b^n
  • \left(\frac{a}{b}\right)^n = \frac{a^n}{b^n},\quad b\neq 0
  • a^r \cdot{} a^s = a^{r+s}
  • \frac{a^r}{a^s} = a^{r-s},\quad a\neq 0
  • a^{-n} = \frac{1}{a^n},\quad a\neq 0
  • \left(a^r\right)^s = a^{r\cdot s}
  • a^0 = 1,\quad a\neq 0: Bila bilangan pokok lebih besar daripada 1 dan eksponen 0, jawabannya 1. Jika bilangan pokok dan pangkat sama dengan 0, jawabannya tak terdefinisikan.
Ekponen matriks bisa pula dihitung. Matriks itu harus persegi. Sebagai contoh: I^2=I \cdot I=I.

Ekponen bilangan bulat
nn2n3n4n5n6n7n8n9n10
2481632641282565121,024
3927812437292,1876,56119,68359,049
416642561,0244,09616,38465,536262,1441,048,576
5251256253,12515,62578,125390,6251,953,1259,765,625
6362161,2967,77646,656279,9361,679,61610,077,69660,466,176
7493432,40116,807117,649823,5435,764,80140,353,607282,475,249
8645124,09632,768262,1442,097,15216,777,216134,217,7281,073,741,824
9817296,56159,049531,4414,782,96943,046,721387,420,4893,486,784,401
101001,00010,000100,0001,000,00010,000,000100,000,0001,000,000,00010,000,000,000
Sifat-sifat Ekponen
1)       Ap x Aq = Ap+q
Contoh:
27+24 = 27+4
   = 211
   =2048

2)       Aa   =Aa-b
Ab
Contoh:
28    =28-4   =24 = 16
24

3)       (aa) b = ap x q
Contoh:
(24) X 2  = 24  x 2
                 =26

4)       (a x b)p =ap x bp
Contoh:
(2 x 3)4 = 24 X 34
             = 16 x 81
             = 1.296

5)       A0 = 1
Contoh:
40=1
50=1
18570=1

6)       A-p= -/+ax
X= jika di kali dengan angka genap maka hasilnya positif /a, jika di kali dengan angka ganjil maka hasilnya negatif
Contoh:
5-6=15.625
3-3= -81
4-2=16
8-3= -512


Tidak ada komentar:

Posting Komentar